Program Pelatihan Samanata TERALA Foundation

Mendorong Ekonomi Inklusif, BP Lawyers Turut Serta dalam Program Pelatihan Samanata TERALA Foundation

TERALA Foundation dengan dukungan British Council dan Pemerintah Kota Depok menyelenggarakan program pelatihan peningkatan kapasitas bagi penyandang disabilitas. 

Dalam kegiatan Program Pelatihan Samanata TERALA Foundation, Sekar Ayu Primandani, Partner di BP Lawyers, turut berkontribusi sebagai pemateri.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk membuka akses inklusif bagi penyandang disabilitas dalam dunia kerja maupun wirausaha. Dengan mengangkat tema “Business Legality”, Sekar Ayu membawakan materi mengenai pentingnya memahami aspek hukum dalam mendirikan dan mengelola usaha. Menurutnya, penting bagi penyandang disabilitas untuk memahami upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat legalitas kegiatan bisnis yang dilakukan.

“Dalam menjalankan kegiatan bisnis, rekan-rekan penyandang disabilitas tidak hanya menghadapi hambatan sulitnya mengurus izin dan legalitas usaha, tapi juga diskriminasi baik secara sadar maupun tidak sadar oleh pemerintah dan instansi yang menerbitkan izin dan legalitas tersebut.”

“Rekan-rekan penyandang disabilitas sangat paham akan sulitnya mengurus izin dan legalitas usaha, oleh karenanya dalam pelatihan ini sangat penting untuk berbagi insight mengenai upaya-upaya lain yang dapat dilakukan untuk memberikan informasi yang jujur dan jelas mengenai layanan dan produk yang dijual, dan juga memberikan informasi mengenai komitmen yang dilaksanakan dalam melakukan kegiatan bisnis, seperti menggunakan bahan makanan yang halal, kemudian menjalankan jasa sesuai dengan ilmu dan sertifikasi.” jelas Sekar Ayu.

Baca juga: Bahas Hukum Sukses Gelar Mini Legal Class OSS-RBA: Kupas Tuntas Tantangan Perizinan Usaha di Era Digital

Selain sesi mengenai aspek hukum, program ini juga menghadirkan materi Effective Communication yang dibawakan oleh Vida A Parady, Communication Expert dari Savica Consultancy sekaligus Dosen di Universitas Indonesia. Sesi ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan komunikasi yang efektif, baik untuk keperluan profesional maupun dalam mengembangkan usaha.

Pelatihan dibuka dengan sharing pengalaman pribadi dari seorang entrepreneur sekaligus penyandang disabilitas, yang menekankan pentingnya upskilling, memperkuat keterampilan, dan membangun “modal” untuk membuka peluang kesuksesan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga semakin berdaya untuk mewujudkan potensi ekonomi mereka. 

Kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju ekonomi yang inklusif, di mana kelompok marjinal memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan dan terbuka bagi semua pihak, termasuk penyandang disabilitas, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai aktor penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Artikel ini telah mendapat persetujuan untuk dipublikasikan oleh Partner BP Lawyers Counselors at Law.