Pengaruh dari Maraknya Perdagangan Produk Black Market di Indonesia -  PROGRAM STUDI MANAJEMEN | KAMPUS TERBAIK DI SUMUTMeningkatnya akan kebutuhan sarana komunikasi seperti handphone dikalangan masyarakat memicu berbagai tindakan yang tidak sesuai denga peraturan yang berlaku. Demi mendapakatkan handphone jalan yang ditempuh pun beragam diantaranya membeli handphone dengan harga murah di pasar gelap alias tidak resmi. Handphone yang dijual secara tidak resmi biasanya didapatkan dari modifikasi yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur atau pun barang yang tidak terdaftar oleh pemerintah atau pajak.

Banyak pihak yang sering menikmati jual beli handphone illegal tersebut demi keuntungan maupun kebutuhan. Namun tetap saja sesuatu yang illegal itu dilarang. Handphone sendiri merupakan alat komunikasi atau produk yang wajib dijual dengan disertai kartu jaminan/garansi purna jual dalam Bahasa Indonesia selaras dengan Pasal 2 Ayat 1 Permendag 19/M-DAG/PER/5/2009 juga menyatakan bahwa setiap produk telematika dan elektronik yang diproduksi dan/atau diimpor untuk diperdagangkan di pasar dalam negeri wajib dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan kartu jaminan dalam Bahasa Indonesia.

Untuk itu jika terdapat pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku maka dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 9 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Pelaku dapat dikenakan sanksi pidan penjara dan atau pidana denda ganti rugi . berdasarkan hal tersebut penjualan handphone secara illegal merupakan Tindakan yang melanggar hukum dan merugikan banyak pihak.