Penimbun Barang dan Makanan Bisa Dipenjara 7 Tahun! | Popmama.comSaat ini banyak sekali kejadian dimana para pelaku usaha sengaja membeli barang dengan stok yang sangat banyak atau yang biasa disebutkan dengan menimbun barang dengan tujuan untuk dijual Kembali dengan haraga yang relative lebih tinggi. Dalam keadaan dimana baran tersebut sangat dibutuhkan oleh konsumen dan pasar.

Penimbunan yang dilakukan oleh pelaku usaha tersebut menyebabkan barang dipasaran menjadi langka sehingga harga barangnya pun jadi meningkat drastis. Hal ini menjadi suatu permasalahan yang sangat merugikan banyak pihak. Konsumen harus membayar mahal barang tersebut untuk dapat bisa digunakan.

Penimbunan barang tersebut juga merupakan suatu langkah yang tidak benar yang melanggar ketentuan yang berlaku seperti Pasal 29 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan yaitu Pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas perdagangan barang. Larangan ini untuk melindungi konsumen terhindar dari kesulitan dalam memperoleh barang kebutuhan pokok atau barang penting disaat tertentu.

Jika terjadi pelanggaran tersebut dimana  menimbun bahan pokok atau barang penting sehingga menimbulakan kelangkaan dan gejolak harga dan menyebabkan permasalahan lalu linta perdagangan barang tersebut , maka dapat dikenakan sanksi sebagaimana tercantum dalam Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 yaitu dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/ atau pidana denda paling banyak 50 milyar rupiah.

Jika terdapat penimbunan barang yang dilakukan pelaku usaha, hal tersebut bisa segera dilaporkan ke pihak yang berwenang.