Pemerintah Pusat dan Daerah Selaraskan Perlindungan Konsumen – IndependensI

Kebutuhan terhadap perawatan kecantikan kian meningkat. Maraknya produk serta obat untuk mendukung penampilan menjadi lebih baik, salah satunya tinggi badan. Banyak orang merasa memiliki tinggi badan yang semampai dapat membuat kepercayaan diri meningkat. Sehingga berlomba-lomba untuk mendapatkan tinggi badan yang ideal.

Sekarang ini, banyak sekali iklan peninggi badan yang tersebar di semua media. Menjanjikan tinggi badan yang ideal dengan mengkonsumsi produknya. Hal ini sedikit banyak membuat perdebatan di banyak kalangan. Iklan yang berlebihan dan tidak beraturan tak sedikit membuat orang merasa kesal. Informasi yang diiklankan tidak menunjukkan fakta yang sesungguhnya. Padahal , dalam sebuah usaha harus memberikan informasi yang sebenarnya kepada konsumen seperti yang tercantum dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 yaitu Pelaku usaha memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang/jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeiharaan.

Selain itu, Iklan yang ditampilkan kerap kali dengan cara yang tidak benar dan disampaikan dengan cara berlebihan yang mengganggu berbagai pihak. Hal ini sudah dilarang dalam pasal 9 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 yaitu pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan suatu barang dan/atau jasa secara tidak benar atau seolah olah barang tersebut menggunakan kata-kata yang berlebihan , seperti aman, tidak berbahaya, tidak mengandung risiko atau efek samping tanpa keterangan yang lengkap. Serta menawarkan janji yang belum pasti.

Berdasarkan dari larangan tersebut, jika terjadi pelanggaran maka  pelaku usaha dapat dipidana serta dikenakan denda dalam jumlah tertentu. Pelaku usaha juga dapat terancam pencabutan izin usaha dan membayar ganti rugi.