Training Business ContractKerjasama antara pelaku bisnis menjadi tonggak kelancaran dari usaha yang dijalanakan. Perjanjian diantaranya memberi banyak hal positif dan keuntungan semua pihak . Hal itu menjadi awal yang sukses dalam sebuah bisnis. Namun nyatanya banyak juga terjadi hal buruk dari perjanjian dalam sebuah bisnis seperti pemutusan kerjasama secara mendadak maupun secara sepihak. Tentunya terdapat pihak yang dirugikan.

Jika situasi tersebut dapat di selesaikan dengan keputusan yang baik untuk kedua belah pihak tentunya menjadi lebih baik pula. Namun bagaimana jika permasalahan ini tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan? , dimana sudah mendapatkan kerugian besar bagi satu pihak.

Jalan lain yang bisa ditempuh yaitu dengan pengajuan gugatan terhadap pihak yang merugikan. Sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung Tahun 2018 , gugatan yang diajukan terhadap pihak yang membatalkan perjanjian secara sepihak dikategorikan sebagai gugatan perbuatan melawan hukum. Hal ini juga sesuai dengan pasal 1338 KUHP Perdata, yaitu perjanjian Kerjasama secara sepihak tidak dapat ditarik Kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Dalam kasus ini, Putusan Peninjauan Kembali Nomor 580 PK/PDt/2015, Mahkamah Agung menegaskan bahwa penghentian perjanjian kerjasama secara sepihak tersebut merupakan perbuatan melawan hukum, dan tergugat harus membayar kerugian yang dialami pihak yang dirugikan .

Maka dari itu, perlu diperhatikan hal hal mengenai perjanjian dalam bisnis dengan sangat cermat sehingga tidak ada yang dirugikan.