Skip to content

Perbedaan Merek dan Paten

Pelaku Usaha Perlu Mengetahui Perbedaan Merek dan Paten

 

Pelaku usaha masih sering menyebutkan ingin “Mematenkan Merek”, ternyata istilah tersebut kurang tepat karena merek dan paten ialah dua hal yang berbeda. Beberapa kasus yang terjadi, pelaku usaha masih bingung menentukan kekayaan intelektual yang tepat yang harus didaftarkan untuk produknya. Merek sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis, sedangkan Paten diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten.

Merek adalah tanda yang ditampilkan secara grafis, berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, maupun susunan warna untuk membedakan dengan produk yang lain. Sedangkan paten merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi.

  1. Jangka WaktuJangka waktu merek ialah berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 10 tahun maksimal 6 bulan sebelum jangka waktu kepemilikan merek berakhir. 

    Sedangkan jangka waktu paten ialah 20 tahun dan tidak dapat diperpanjang, sedangkan untuk paten sederhana jangka waktunya adalah 10 tahun dan tidak dapat diperpanjang.

  2. FungsiFungsi merek adalah untuk pembeda dengan produk lain, sehingga merek harus dibuat secara khusus dan benar-benar unik. Merek juga tidak boleh mirip dengan merek lain, baik dari penyebutan maupun susunan katanya. Merek yang memiliki kesamaan terhadap merek lain baik pada pokoknya maupun pada keseluruhannya menjadikan merek tersebut tidak dapat didaftarkan.

    Sedangkan, fungsi paten adalah untuk melindungi suatu penemuan terbaru di bidang teknologi, sehingga paten hanya difokuskan pada suatu teknologi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hak paten hanya diberikan kepada inventor untuk melindungi invesinya. 

Dalam suatu produk, bisa terdapat beberapa hak kekayaan intelektual yang harus dilindungi. Contohnya produk handphone, untuk satu produk handphone bisa terdapat beberapa hak kekayaan intelektual seperti merek untuk nama dan logo atas handphone tersebut, dan paten untuk teknologi yang digunakan dalam sistem handphone. Bahkan, bisa juga hak cipta apabila perusahaan handphone menciptakan karya seni untuk iklan produknya.

Dari penjelasan mengenai perbedaan hak kekayaan intelektual di atas, maka para pelaku usaha harus mulai paham mengenai kebutuhan pendaftaran hak kekayaan intelektual produknya. Apakah produk yang diproduksi harus didaftarkan hak patennya, atau ternyata hanya memerlukan pendaftaran merek.

Baca juga: Prosedur, Syarat, dan Biaya Mendaftarkan Merek di Indonesia

Author : Anggi Chaesarina
Editor : Hasyry Agustin

Leave a Comment