Skip to content
bidang-bidang-usaha-ini-wajib-memiliki-amdal-v2

Bidang-Bidang Usaha ini Wajib Memiliki AMDAL

Bila indikatornya adalah pertumbuhan jumlah pendirian perusahaan di Indonesia, dapat disimpulkan kalau Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Buktinya adalah banyaknya perusahaan yang berdiri setiap tahunnya ataupun banyaknya investor asing maupun lokal yang menetapkan Indonesia sebagai lokasi berbisnis. Kekayaan sumber daya yang Indonesia miliki adalah salah satu alasan bagi mereka para pelaku usaha.

Sayangnya, salah satu ekses negatif dari munculnya perusahaan baru tersebut adalah dampak pada kondisi lingkungan. Oleh karena itu biasanya ada persyaratan tentang analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) lebih dahulu terhadap beberapa rencana kegiatan usaha.

Salah satu peraturan yang memuat ketentuan mengenai Amdal adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012. Dalam peraturan itu, Amdal didefinisikan sebagai kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

Sebagai pelaku usaha yang baik tentunya Anda akan memperhatikan sisi dampak lingkungan apa yang akan ditimbulkan oleh usaha kita. Apakah semua usaha perlu memiliki Amdal? Bukannya tidak semua usaha memiliki dampak lingkungan? Mari kita simak.

Dikutip dari Peraturan Menteri di atas, berikut ini adalah beberapa jenis rencana usaha dan/atau kegiatan wajib memiliki Amdal:

    1. Bidang Multi Sektor

Bidang Multisektor berisi jenis kegiatan yang bersifat lintas sektor. Jenis kegiatan yang tercantum dalam bidang multisektor merupakan kewenangan Kementerian/Lembaga Pemerintah Nonkementerian terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.

    1. Bidang Pertahanan

Secara umum, kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas militer dengan skala/besaran tertentu berpotensi menimbulkan dampak penting antara lain potensi terjadinya ledakan serta keresahan sosial akibat kegiatan operasional dan penggunaan lahan yang cukup luas.

    1. Bidang Pertanian

Pada umumnya dampak penting yang ditimbulkan usaha budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan berupa erosi tanah, perubahan ketersediaan dan kualitas air akibat kegiatan pembukaan lahan, persebaran hama, penyakit dan gulma pada saat beroperasi, serta perubahan kesuburan tanah akibat penggunaan pestisida/herbisida. Di samping itu sering pula muncul potensi konflik sosial dan penyebaran penyakit endemik.

    1. Bidang Perikanan dan Kelautan

Pada umumnya dampak penting yang ditimbulkan usaha budidaya tambak udang dan ikan adalah perubahan ekosistem perairan dan pantai, hidrologi, dan bentang alam. Pembukaan hutan mangrove akan berdampak terhadap habitat, jenis dan kelimpahan dari tumbuh tumbuhan dan hewan yang berada di kawasan tersebut. Pembukaan hutan mangrove dimaksud wajib sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan, seperti memperhatikan kelestarian sempadan pantai mangrove, tata cara konversi mangrove yang baik dan benar untuk meminimalisasi dampak, dan lain sebagainya.

    1. Bidang Kehutanan

Pada umumnya dampak penting yang ditimbulkan adalah gangguan terhadap ekosistem hutan, hidrologi, keanekaragaman hayati, hama penyakit, bentang alam dan potensi konflik sosial.

    1. Bidang Pekerjaan Umum

Beberapa kegiatan pada bidang Pekerjaan Umum mempertimbangkan skala/besaran kawasan perkotaan (metropolitan, besar, sedang, kecil) yang menggunakan kriteria yang diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku yang mengatur tentang penyelenggaraan penataan ruang (Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang) atau penggantinya.

    1. Bidang Ketenaganukliran

Secara umum, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan dan penggunaan teknologi nuklir selalu memiliki potensi dampak dan risiko radiasi. Persoalan kekhawatiran masyarakat yang selalu muncul terhadap kegiatankegiatan ini juga menyebabkan kecenderungan terjadinya dampak sosial

    1. Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)

Kegiatan yang menghasilkan limbah B3 berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, terutama kegiatan yang dipastikan akan mengkonsentrasikan limbah B3 dalam jumlah besar sebagaimana tercantum dalam tabel. Kegiatan-kegiatan ini juga secara ketat diikat dengan perjanjian internasional (konvensi basel) yang mengharuskan pengendalian dan penanganan yang sangat seksama dan terkontrol.

Selain yang disebutkan di atas, ada beberapa bidang lagi yang wajib mengantongi Amdal sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri.

Jadi, apakah bisnis Anda termasuk dalam salah satu klasifikasi kegiatan yang wajib Amdal? Kenali dulu bisnis Anda. Jangan sampai salah langkah. Masih bingung? Atau tidak punya waktu untuk mengurusnya? Kami dapat membantu anda. Silakan hubungi kami melalui ask@bplawyers.co.id atau +62 821 1234 1235

Author: TC-SAP

Leave a Comment