Jaminan Perorangan Merupakan Salah Satu Pilihan Jaminan Yang Dapat Anda Pergunakan

 In Korporasi

Dalam setiap perjanjian kredit pihak debitor (pihak yang berutang) akan dibebankan kewajiban untuk menyediakan jaminan pelunasan utang yang dimiliki untuk diserahkan kepada pihak kreditor. Jaminan itu sendiri ada 2 macam bentuk yaitu jaminan kebendaan dan jaminan perorangan. Ketika pihak debitor tidak memiliki barang atau aset berharga yang dapat dibebankan jaminan kebendaan (hak tanggungan, fidusia, gadai atau hipotek), maka jaminan perorangan atau penanggunang dapat dijadikan solusi terbaik.

Jaminan perorangan atau penanggungan (borgtocht) berdasarkan Pasal 1820 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), yaitu:
Suatu bentuk persetujuan dimana pihak ketiga demi kepentingan kreditor, mengikatkan dirinya sendiri untuk memenuhi perikatan debitor, bila debitor tersebut tidak memenuhi perikatannya.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat dipahami, penanggungan merupakan suatu perjanjian accessoir atau perjanjian lanjutan sebagai akibat dari adanya suatu perjanjian pokok. Hal tersebut layaknya jaminan lain pada umumnya. Sehingga tanpa adanya perjanjian pokok (salah satu contohnya perjanjian utang piutang) maka tidak mungkin ada suatu penanggungan atau borgtocht tersebut.

Penanggungan harus dinyatakan secara tegas, bahkan agar dapat lebih memberikan perlindungan bagi kreditor perlu dibuat dalam bentuk akta notariil. Oleh karena itu ada atau tidaknya suatu penanggungan ini tidak dapat dikira-kira atau diasumsikan. Kedekatan hubungan kekerabatan antara 2 orang tidak secara otomatis menimbulkan adanya penanggungan. Perlu dibuat suatu perjanjian tersendiri yang menegaskan hal tersebut.

Contoh perjanjian penanggungan yang umum terjadi, pemegang saham mayoritas dalam suatu perusahaan mengajukan diri sebagai penanggung atau penjamin. Namun tidak selamanya yang bertindak sebagai penjamin yaitu pribadi (personal guarantee). Suatu badan hukum juga dimungkinkan untuk bertindak sebagai corporate guarantee, dengan memperhatikan aturan-aturan yang terdapat dalam anggaran dasar badan hukum tersebut.

Pihak kreditor perlu melakukan background check dan pemeriksaan terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah pihak yang mengajukan diri sebagai penjamin tersebut benar-benar layak dan mampu untuk menjadi penjamin. Agar ketika di kemudian hari debitor lalai, kedudukan kreditor tetap aman dan dapat menerima pembayaran piutang yang menjadi haknya.

Penjamin atau seorang penanggung baru dibebankan kewajiban untuk membayarkan utang-utang debitor, ketika debitor yang ditanggungnya lalai melalukan pembayaran utang yang dimilikinya. Bahkan berdasarkan Pasal 1831 KUHPerdata, kreditor harus melakukan penyitaan dan penjualan terlebih dahulu terhadap aset-aset milik debitor untuk memperoleh pelunasan. Hal tersebut merupakan hak istimewa yang dimiliki oleh penanggung.

Namun mengingat dalam aturan mengenai penanggungan ini termuat dalam Buku III KUHPerdata maka ketentuan yang ada dapat disimpangi berdasarkan kesepakatan para pihak. Oleh karena itu umumnya dalam suatu perjanjian penanggungan, penanggung akan diminta untuk mengenyampingkan hak istimewanya tersebut. Khususnya mengenai adanya keharusan untuk melalukan penyitaan dan penjualan terlebih dahulu terhadap aset milik debitor.

Lalu apakah dampak dari mengenyampingkan hak istimewa tersebut?

Dalam keadaan demikian, maka penanggung tidak dapat menuntut untuk dilakukannya penyitaan dan penjualan terhadap aset milik debitor sebelum kreditor melakukan penagihan terhadap dirinya.

Oleh karena itu maka bagi pihak penanggung perihal pengenyampingan hak istimewa tersebut perlu dipertimbangkan dengan seksama. Karena ketika penanggung memutuskan untuk mengenyampingkan hak istimewanya tersebut maka sejak debitor lalai maka pada saat itu sudah lahir kewajiban dalam diri penanggung untuk melunasi utang-utang milik debitor.

BP Lawyers dapat membantu anda
Kami dapat membantu anda dalam memberikan solusi terbaik dalam proses penyusunan perjanjian dalam rangka meminimalisir kemungkinan timbulnya sengketa terkait perjanjian tersebut. Anda dapat menghubungi kami melalui ask@bplawyers.co.id atau +62 821 1000 4741

Recommended Posts

Leave a Comment

Hubungi Kami

Punya pertanyaan? Kirimkan kami pesan dan kami akan membalas pesan Anda, segera!

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search