Bagaimana Menentukan Forum Arbitrase Yang Tepat Dalam Suatu Perjanjian ?

 In Arbitrase

Dalam suatu perjanjian dikenal adanya asas Kebebasan Berkontrak (pacta sunt servada) sebagaimana dalam Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Yang mana maksudnya adalah para pihak yang telah bersepakat bebas untuk menentukan hal-hal terkait kesepakatannya tersebut sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang, norma – norma yang berlaku di masyarakat seperti kesusilaan dan ketertiban umum. Salah satunya termasuk bebas untuk menentukan pilihan forum penyelesaian perselisihan dalam Perjanjian tersebut.

Jika dalam suatu Perjanjian telah ditentukan forum penyelesaiannya menggunakan Singapore International Arbitration Centre (“SIAC”), maka ketika timbul sengketa maka para pihak terikat dengan adanya ketentuan tersebut. Pihak yang berkepentingan tidak dapat mengajukan permohonan arbitrase ke lembaga arbitrase lain ataupun ad hoc, karena akan ditolak dengan alasan kompetensi absolut.

Ketika awal mengajukan permohonan arbitrase contohnya melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (“BANI”), akan dilakukan pemeriksaan pendahuluan terlebih dahulu mengenai kompetensi BANI dalam memeriksa permohonan tersebut. Pemeriksaan pendahuluan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap klausul penyelesaian perselisihan dalam perjanjian, yang menjadi dasar hubungan hukum bagi para pihak yang berperkara.

Namun, para pihak tetap dapat menyelesaikan di BANI jika para pihak sepakat untuk mengubah klausula forum penyelesaian sengketa dalam perjanjian pokok dengan membuat addendum terhadap perjanjian yang sudah ada. Bahkan jika pada awalnya para pihak belum menentukan mekanisme penyelesaian perselisihan, dapat diakomodir dengan membuat Acta Van Compromis. Dimana para pihak dapat kemudian bersepakat mengenai pemilihan forum penyelesaian sengketa, setelah perjanjian dibuat dan timbul sengketa diantara mereka.

Untuk menentukan forum penyelesaian yang dipilih dalam suatu perjanjian umumnya dipengaruhi oleh kepentingan para pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Jika salah satu pihaknya orang asing maka agar lebih netral dan lebih dipercaya akan dipilih forum arbitrase Singapura melalui SIAC. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku mutlak. Dalam beberapa perkara, pelaku usaha asing lebih memilih forum BANI, dengan mempertimbangkan pelaksanaan kontrak tersebut di Indonesia, aset dari counterpart juga ada di Indonesia serta beberapa pertimbangan lainnya.

Namun jika para pihak yang terlibat adalah warga negara Indonesia maka akan lebih menguntungkan jika menggunakan forum arbitrase di Indonesia melalui BANI. karena proses eksekusinya akan lebih mudah. Jika menggunakan arbitrase Singapura maka berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (“UU Arbitrase”), akan diperlakukan layaknya putusan arbitrase internasional, walaupun para pihaknya warga negara Indonesia.

Jika suatu putusan arbitrase internasional hendak dieksekusi di Indonesia maka, atas putusan arbitrase tersebut harus terlebih dahulu memperoleh eksekuatur (perintah pelaksanaan) dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Proses eksekusi putusan arbitrase internasional memerlukan proses dan waktu yang lebih lama jika dibandingkan putusan arbitrase nasional.

Yang juga harus diperhatikan adalah biaya yang akan timbul dalam proses penyelesaian sengketa ini. Tidak hanya terkait biaya dalam proses arbitrase, namun juga eksekusi terhadap pelaksanaan putusan arbitrase dimaksud. Pada akhirnya, eksekusi putusan arbitrase diajukan di negara dimana aset dari pihak lawan berada. Sepanjang negara dimana aset tersebut berada, telah meratifikasi New York Convention 1958, maka berlaku asas resiprositas. Berdasarkan asas ini, putusan arbitrase asing dapat dieksekusi di negara-negara yang telah melakukan ratifikasi terhadap konvensi New York 1958.

BP Lawyers dapat membantu anda
Kami dapat membantu anda dalam memberikan solusi terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda sejak pada proses penyusunan suatu perjanjian hingga pada tahap penyelesaian ketika timbul sengketa.

Apabila anda ingin berkonsultasi dengan kami, silahkan hubungi :
E: ask@bplawyers.co.id
H: +62821 1000 4741

Recommended Posts

Leave a Comment

Hubungi Kami

Punya pertanyaan? Kirimkan kami pesan dan kami akan membalas pesan Anda, segera!

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search