Skip to content
Prosedur Memperoleh Izin Tinggal Tetap Bagi Tenaga Kerja Asing

Prosedur Memperoleh Izin Tinggal Tetap Bagi Tenaga Kerja Asing

Berikut Ini Merupakan Prosedur Memperoleh Izin Tinggal Tetap Bagi Tenaga Kerja Asing

 

Tidak dapat dipungkiri pengaruh globalisasi yang mendorong masuknya investasi dari negara lain menyebabkan keberadaan tenaga kerja asing di Indonesia menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Indonesia sebagai negara yang membuka peluang masuknya investor asing ke dalam negeri tentu juga membuka kesempatan masuknya tenaga kerja asing dengan alasan alih teknologi atau memang ada kompetensi-kompetensi tertentu yang saat ini baru dimiliki oleh tenaga kerja asing.  Dalam hal pekerja asing ini masuk ke Indonesia, tentu ada syarat-syarat dan kewajiban tertentu yang harus dipenuhi sebelum dapat mulai bekerja. Adapun syarat tersebut salah satunya adalah memperoleh izin tinggal.

Izin tinggal berdasarkan Pasal 1 angka 21 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (UU Keimigrasian) adalah izin yang diberikan kepada Orang Asing oleh Pejabat Imigrasi atau pejabat dinas luar negeri untuk berada di Wilayah Indonesia. Izin tinggal ini diberikan sesuai dengan visa yang dimiliki. Jenis visa yang dapat diberikan sendiri meliputi visa diplomatik, visa dinas, visa kunjungan, dan visa tinggal terbatas. Untuk izin tinggal berdasarkan Pasal 48 ayat (3) UU Keimigrasian terdiri atas:

  1. Izin Tinggal diplomatik;
  2. Izin Tinggal dinas;
  3. Izin Tinggal kunjungan;
  4. Izin Tinggal terbatas; dan
  5. Izin Tinggal Tetap.

Oleh karena salah satu jenis visa yang diberikan hanya mencakup visa tinggal terbatas dan izin tinggal hanya diberikan sesuai dengan visa yang dimiliki, maka pekerja asing yang ingin memperoleh izin tinggal tetap harus memperoleh visa tinggal terbatas (VITAS) dan izin tinggal terbatas (ITAS) terlebih dahulu. Ketentuan untuk memperoleh ITAS sendiri diatur dalam PP No. 31/2013. Adapun prosedur yang harus ditempuh oleh tenaga kerja asing berdasarkan peraturan tersebut meliputi:

  1. Mengajukan permohonan ITAS Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Orang Asing.
  2. Permohonan diajukan dengan mengisi aplikasi dan melampirkan persyaratan:
    1. Surat penjaminan dari penjamin atau pemberi kerja TKA
    2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
    3. Surat keterangan domisili; dan
    4. Surat rekomendasi dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait.
  3. Permohonan diajukan dalam waktu paling lama 30 hari sejak Tanda Masuk diberikan.
  4. Penerbitan izin tinggal terbatas dalam jangka waktu paling lama 4 hari dalam hal persyaratan telah dipenuhi dan telah dilakukan pengambilan foto.

Setelah memperoleh ITAS, TKA yang ingin memperoleh izin tinggal tetap dapat melakukan alih status dari izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap.

Persyaratan bagi WNA yang mendapatkan alih status berdasarkan Permenkumham No. 43 tahun 2015 meliputi:

  1. Pemegang izin tinggal terbatas/anak yang baru lahir di Wilayah Indonesia dari ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal Terbatas
  2. Orang Asing pemegang Izin Tinggal Terbatas yang meliputi Orang Asing:
    1. rohaniawan;
    2. pekerja;
    3. investor;
    4. wisatawan lanjut usia mancanegara;
    5. suami atau istri yang menggabungkan diri dengan istri atau suami pemegang Izin Tinggal Tetap;
    6. anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan orang tua pemegang Izin Tinggal Tetap;
    7. eks warga negara Indonesia;
    8. yang menggabungkan diri dengan suami atau istri warga negara Indonesia;
    9. yang menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia;
    10. eks anak berkewarganegaraan ganda; dan
    11. anak berkewarganegaraan asing yang berusia di bawah 18 tahun dan belum kawin dari Orang Asing yang kawin sah dengan warga negara Indonesia.

Pada prakteknya, khusus TKA yang mendapatkan kelebihan dapat mengalihkan-status ITAS menjadi ITAP, bagi TKA yang sudah menduduki posisi Direktur atau Komisaris yang sebagaimana tercatat dalam Akta Pendirian atau Perubahan dari Perusahaan tersebut dengan ketentuan minimum 3 (tiga) tahun.

Setelah syarat tersebut terpenuhi maka prosedur yang harus ditempuh agar TKA memperoleh izin tinggal tetap adalah sebagai berikut:

  1. mengajukan permohonan alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap dengan mengisi aplikasi data
  2. permohonan diajukan oleh Penjamin kepada Kepala Kantor Imigrasi atau
  3. Pejabat Imigrasi yang ditunjuk
  4. Permohonan diajukan dengan melampirkan dokumen:
    1. surat keterangan tempat tinggal yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;
    2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku yang memuat teraan Izin Tinggal Terbatas;
    3. kartu Izin Tinggal Terbatas;
    4. surat penjaminan dari Penjamin;
    5. kartu tanda penduduk dan kartu keluarga Penjamin atau Penanggung Jawab;
    6. kartu Izin Tinggal Terbatas atau kartu Izin Tinggal Tetap dalam hal Penjamin atau Penanggung Jawab berkewarganegaraan asing;
    7. Pernyataan Integrasi kecuali bagi anak yang belum berusia di bawah 18 tahun dan belum kawin; dan
    8. surat kuasa bermeterai cukup, dalam hal permohonan diajukan melalui kuasa.
  5. Melampirkan dokumen terkait lain seperti:
    1. izin mempekerjakan tenaga kerja asingdari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan;
    2. kartu Izin Tinggal Terbatas yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah tinggal lebih dari 3 (tiga) tahun berturut-turut di wilayah Indonesia; dan
    3. jabatan yang bersangkutan sebagai pimpinan tertinggi perusahaan atau kepala perwakilan perusahaan asing yang beroperasi di wilayah Indonesia (dengan melampirkan Akta Pendirian atau Akta Perubahan Perusahaan)

ITAP yang diperoleh ini diberikan untuk waktu 5 (lima) tahun dan dapat diberikan perpanjangan untuk jangka waktu tidak terbatas dengan ketentuan sepanjang izin tinggalnya tidak dibatalkan.

Dengan demikian, TKA di Indonesia dapat memperoleh izin tinggal tetap, namun dengan memperoleh VITAS dan ITAS terlebih dahulu, memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu sebagaimana tersebut di atas dan mengajukan permohonan alih status dari ITAS menjadi ITAP.

Baca juga: Prosedur & Syarat Pembuatan Izin Tinggal terbatas (ITAS) Untuk Tenaga Kerja Asing- Terbaru

Author : Kintan Ayunindya/ Laura Reggyna
Editor : Hasyry Agustin

 

Anda mau mengurus perizinan kerja dan tinggal bagi ekspatriat Anda? Kami bisa membantu Anda. Hubungi +62821-1234-1235  atau email ke ask@bplawyers.co.id

Leave a Comment