AKIBAT HUKUM CORPORATE ACTION TERHADAP HUBUNGAN KERJA ANTARA PERUSAHAAN DENGAN KARYAWAN

 In Ketenagakerjaan

“Adanya corporate action yang dilakukan perusahaan tidak secara otomatis mengakibatkan berakhirnya hubungan kerja para karyawan.”

Dalam menjalankan bisnisnya sering kali perusahaan perlu untuk melakukan tindakan-tindakan dalam rangka mengembangkan atau bahkan “menyelamatkan diri” dengan melakukan corporate action. Adapun yang termasuk dalam corporate action yaitu penggabungan (merger), peleburan (konsolidasi), pengambilalihan (akuisisi), pemisahan (demerger).

Salah satu hal yang sering menjadi permasalahan yaitu mengenai status hubungan kerja para karyawan setelah proses corporate action.Pada dasarnya perubahan status kepemilikan ataupun kepemimpinan dalam suatu perusahaan tidak secara otomatis mengakibatkan berakhirnya hubungan kerja yang telah ada.

Hubungan kerja antara perusahaan dengan karyawannya tetap terjalin setelah dilakukannya corporate action tersebut. Sebagaimana ditentukan dalam Pasal 61 ayat (2) dan (3) Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”), yaitu:

(2)     Perjanjian kerja tidak berakhir karena meninggalnya pengusaha atau beralihnya hak atas perusahaan yang disebabkan penjualan, pewarisan, atau hibah.
(3)     Dalam hal terjadi pengalihan perusahaan maka hak-hak pekerja/buruh menjadi tanggung jawab pengusaha baru, kecuali ditentukan lain dalam perjanjian pengalihan yang tidak mengurangi hak-hak pekerja/buruh.

Namun dengan terjadinya corporate action, ada kalanya baik dari perusahaan dan/atau karyawan enggan untuk melanjutkan hubungan kerja yang telah berlangsung.

Dalam Pasal 163 UU Ketenagakerjaan disebutkan 2 (dua) hal yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja akibat adanya corporate action, yaitu:

  1. Perusahaan dapat melakukan PHK terhadap karyawan yang tidak bersedia melanjutkan hubungan kerjanya.
  2. Terhadap karyawan tersebut diberikan uang pesangon sebesar 1 (satu) kali sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang perhargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4)

  3. Perusahaan dapat melakukan PHK terhadap karyawan karena perusahaan tidak bersedia untuk melanjutkan hubungan kerja dengan karyawan tersebut.
  4. Terhadap karyawan tersebut diberikan uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan dalam Pasal 156 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4).

Terdapat keunikan dalam pengakhiran hubungan kerja berdasarkan Pasal 163 UU Ketenagakerjaan tersebut. Perusahaan tetap dianggap telah melakukan PHK terhadap karyawannya, walaupun inisiatif untuk tidak melanjutkan hubungan kerja berasal dari karyawan itu sendiri [Pasal 163 ayat (1)].

Terdapat pembatasan dimana, diterimanya alasan karyawan untuk tidak melanjutkan hubungan kerja (karena adanya corporate action), apabila terjadi perubahan syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban dari perjanjian kerja sebelumnya. Sehingga berdampak langsung dan merugikan karyawan.

Namun apabila tidak terjadi perubahan-perubahan tersebut dan karyawan tetap tidak ingin melanjutkan hubungan kerjanya, maka tindakan karyawan tersebut dapat dianggap  telah mengajukan pengunduran diri sebagaimana dalam Pasal 162 UU Ketenagakerjaan.

Mengenai tindak lanjut dari adanya PHK sebagai akibat dari adanya corporate action tersebut harus dilakukan sesuai dengan mekanisme sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Hubungan Industrial (“UU PHI”).

Dengan diawali oleh tahap bipartit untuk membicarakan penyelesaian hubungan kerja dan hak-hak yang diperoleh karyawan tersebut. (Baca: Kiat Sukses Pengusaha Berunding Bipartit Dalam Perselisihan Hubungan Industrial)

BP Lawyers dapat membantu anda

Kami dapat membantu anda dalam memberikan solusi terbaik atas permasalahan atau perselisihan hubungan industrial dalam perusahaan anda. Anda dapat menghubungi kami melalui ask@bplawyers.co.id atau +62 821 1000 4741

Author :

Fairus Harris, S.H., M.Kn.

Recommended Posts

Leave a Comment

Hubungi Kami

Punya pertanyaan? Kirimkan kami pesan dan kami akan membalas pesan Anda, segera!

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search