Skip to content
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan Perjanjian Investasi

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan Perjanjian Investasi

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan Perjanjian Investasi

Perjanjian investor bertujuan agar pelaku usaha dan investor mengerti apa-apa saja yang menjadi hak dan kewajiban, serta untuk melindungi hak-hak yang dimiliki. 

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak pelaku usaha merugi, namun tidak sedikit juga pelaku usaha yang mencari peluang baru dengan menyesuaikan dengan kondisi New Normal. Para pelaku usaha yang sedang mengembangkan kegiatan bisnis baru ataupun bisnisnya sudah berjalan namun memerlukan bantuan dana dari pihak lain agar usahanya semakin berkembang, maka investor adalah salah satu jawaban yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha tersebut. Namun baik itu pihak investor maupun pelaku usaha, seringkali merasa khawatir ketika akan mulai melakukan kerja sama dengan penggunaan dana yang tidak sedikit.

Untuk melindungi kedua pihak, maka diperlukan adanya perjanjian investor. Perjanjian investor bertujuan agar pelaku usaha dan investor mengerti apa-apa saja yang menjadi hak dan kewajiban mereka serta untuk melindungi hak-hak yang dimiliki.

Sebagai pelaku usaha, kesempatan untuk mendapat bantuan berupa keahlian dan dana yang besar adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Namun pada faktanya, yang menentukan apakah dua hal tersebut akan memberi banyak manfaat bagi perusahaan ditentukan dengan apa yang tertulis pada Perjanjian dengan investor.

Dalam artikel ini akan dijelaskan hal-hal penting apa saja yang perlu dimasukkan dalam Perjanjian Investor dan mengapa hal tersebut penting untuk dikhawatirkan.

 

  • Ketentuan Dasar

 

Perjanjian investasi memuat banyak item dasar, antara lain termasuk nama dan alamat para pihak, tujuan dasar investasi, tanggal perjanjian dibuat, struktur dasar investasi, dan tanda tangan pihak-pihak terkait. Jika investasi disusun sebagai saham kepemilikan di perusahaan, maka perlu periksa dokumen Anggaran Dasar dan ketentuan hukum yang berlaku untuk memastikan saham yang diterbitkan sesuai dengan prosedur perusahaan dan aturan yang berlaku. 

 

  • Ketentuan Investasi

 

Perjanjian investasi yang baik akan dengan jelas mengidentifikasi berapa banyak investasi yang harus diberikan oleh investor, kapan investasi akan ditransfer dan bentuk investasi tersebut. Sebagian besar investasi akan diberikan secara tunai, cek atau transfer. Namun, beberapa investasi dapat berbentuk aset berwujud (tangible asset). Perjanjian investasi harus dengan jelas mengatur terkait jenis investasi ini. Jika investor memberikan investasinya berupa aset berwujud, Pelaku Usaha harus sudah memikirkan dari awal bagaimana dapat melanjutkan kegiatan bisnis apabila investor meminta aset tersebut dikembalikan.

 

  • Skema Pengembalian Investasi

 

Hal yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha adalah investasi yang diberikan berbentuk ekuitas atau utang. Investor ekuitas hanya dibayar jika kegiatan bisnis perusahaan benar-benar menghasilkan keuntungan. Sedangkan investor skema utang, pelaku usaha harus membayar investor kembali setiap bulan atau sesuai kesepakatan tidak peduli apa pun, terlepas dari apakah bisnis sedang rugi atau untung.

Selain itu, Perjanjian Investasi harus menyatakan dengan detil kapan investor dapat mendapatkan pengembalian investasi atau meminta agar investasi dikembalikan. Selain itu untuk dipertimbangkan apakah investor akan dibayar dengan tingkat bunga tetap atau tingkat pengembalian berdasarkan keberhasilan investasi. Dalam Perjanjian Investasi juga harus dipikirkan bagaimana investasi akan diperlakukan jika perusahaan dibubarkan atau bangkrut. Perjanjian harus mengungkapkan risiko yang terkait dengan investasi sehingga investor sadar bahwa pengembalian investasi tidak dijamin sepenuhnya akan kembali 100%.

Baca Juga : Tips Hukum Memahami Investasi Patungan Usaha

Hal ini harus diperjelas dalam Perjanjian Investasi untuk menghindari potensi konflik di kemudian hari.

 

  • Pelaporan dan Kontrol

 

Perjanjian Investasi juga harus menentukan apakah investor akan memiliki hak pengelolaan atau kendali dalam perusahaan. Misalnya, investor diberikan hak suara yang memungkinkan mereka memiliki wewenang mengambil keputusan dalam bisnis dan manajemennya. Selain itu misalnya investor dapat diberikan hak untuk memilih direktur atau manajemen lainnya. Untuk perusahaan yang lebih kecil, seorang investor mungkin diberikan hak langsung untuk mengendalikan operasi bisnis sehari-hari.

Selain itu Kontrak Investasi juga harus menentukan jenis laporan apa yang dapat diperoleh investor mengenai keuangan perusahaan dan apakah investor memiliki hak untuk mengaudit pembukuan.

Ketentuan-ketentuan tersebut perlu dicantumkan dalam Perjanjian Investasi agar investor mengetahui dengan jelas sejauh apa mereka dapat ikut serta dalam pengurusan dan pengelolaan perusahaan.

 

  • Ketentuan Pengakhiran Kontrak (Exit Strategy)

 

Istilah tersebut mengidentifikasi lamanya waktu perjanjian tersebut valid, dan pada dasarnya adalah lamanya waktu yang diperlukan investor untuk memberikan kontribusi keuangan dan untuk menerima pengembalian atas investasi yang disepakati. Aspek penghentian adalah  mengidentifikasi bagaimana perjanjian akan berakhir, dan dengan cara apa pihak-pihak yang terlibat dapat mengakhiri kontrak lebih awal. Misalnya skema yang diatur mengenai exit strategy adalah dengan cara mengalihkan saham yang dimiliki investor kepada pihak lain, atau dengan cara perusahaan melakukan Initial Public Offering dan skema-skema lainnya berdasarkan kedua belah pihak.

 

  • Ketentuan Lainnya yang Disepakati

 

Selain hal-hal yang disebut di atas, penerima investasi dan investor dapat menentukan ketentuan-ketentuan lain dalam Perjanjian yang disusun. Ketentuan-ketentuan lainnya tersebut seringkali bersifat teknis dan langsung berhubungan dengan operasional bisnis.

 

Author: Andi Akhirah Khairunnisa

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk membuat Perjanjian Investor silahkan hubungi Kami melalui ask@bplawyers.co.id atau 082112341235.

 

Baca Juga: Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Menyusun Perjanjian

Leave a Comment