
5 Hal Penting yang Wajib Diketahui Investor Asing Tentang Budaya Bisnis di Indonesia
5 Hal Penting yang Wajib Diketahui Investor Asing Tentang Budaya Bisnis di Indonesia
Budaya bisnis yang unik menampilkan tantangan yang baru bagi investor asing yang ingin berinvestasi di Indonesia. Berikut adalah 5 budaya penting yang patut dipahami.
Semua investor asing harus mempelajari mengenai budaya bisnis sebelum mereka berinvestasi di negara tersebut. Sebagai pasar yang berkembang di Asia, Indonesia menampilkan tantangan yang baru untuk asing yang ingin berinvestasi di Indonesia. Budaya bisnis negara dipengaruhi oleh faktor-faktor spesifik yang berkontribusi pada masyarakat dan birokrasi.
Berikut adalah 5 hal penting yang harus diketahui tentang budaya bisnis di Indonesia.
- KOMUNIKASI HALUS DAN TIDAK LANGSUNG
Masyarakat Indonesia dalam hal berkomunikasi memiliki gaya berkomunikasi yang halus. Mereka biasanya mengungkapkan sesuatu berbeda dari arti yang sesungguhnya agar dapat terdengar lebih “sopan”. Beberapa masyarakat Indonesia mungkin ada yang mampu berbicara secara langsung tanpa memperhalusnya terlebih dahulu, tetapi pada umumnya TKA (Tenaga Kerja Asing) atau investor asing akan lebih bertemu dengan masyarakat Indonesia yang berbicara secara halus. Masyarakat Indonesia juga jarang mengkonfrontasi ketika membicarakan suatu persoalan.Banyak orang asing yang menemukan apabila berbicara secara langsung atau frontal tidak terlalu efektif diterapkan di Indonesia, kecuali untuk hal- hal yang bersifat penting dan urgent. Belajar bahasa Indonesia dan lebih banyak berdiskusi akan membuat komunikasi lebih efektif. - HARGA DIRI YANG TINGGI
Seperti hal nya dengan negara Jepang, masyarakat Indonesia memegang teguh martabat mereka. Kebanyakan dari mereka tidak suka apabila mendapatkan kritik di publik dan dipermalukan seorang diri. Banyak kasus dari pengunduran diri atau gaya komunikasi yang tidak baik berasal dari rusaknya harga diri dari masyarakat Indonesia. Warga Asing, terutama yang berasal dari negara-negara yang memiliki budaya yang bicara-secara-langsung, harus belajar lebih lagi agar lebih berhati-hati dalam hal berkomunikasi.Pada umumnya, mengkritik seseorang secara personal adalah cara yang efektif dalam hal penyelesaian masalah yang berskala kecil. Mengkritik seseorang secara personal akan menghindari pandangan negative dari banyak orang. - KONEKSI PRIBADI YANG KUAT
Sementara banyak orang lebih memilih untuk menjauhkan hubungan pribadi dari tempat kerja, lingkungan kerja di Indonesia tidak sekaku itu. Orang-orang akan menyukai jika apabila Anda mampu membentuk koneksi menggunakan obrolan ringan atau makanan-makanan yang ringan. Memiliki sikap ramah dapat membantu pihak asing membentuk hubungan yang baik dengan rekan kerja dan pekerja. Mereka cenderung bekerja sama lebih baik dengan seseorang yang memiliki hubungan baik dengan mereka.Satu kelemahan dari faktor ini adalah “pelanggaran privasi”. Beberapa orang Indonesia tidak segan-segan mengajukan pertanyaan yang mungkin dianggap personal di negara lain, seperti usia, status perkawinan, atau agama. - PENDAPAT ORANG BANYAK ADALAH HAL YANG PENTING
Pendapat orang banyak dan konsensus tidak hanya menjadi hal yang penting di Indonesia, tetapi mereka sudah dipandang menjadi bagian dari budaya, yang dinyatakan dalam frasa “musyawarah untuk mufakat”. Pihak asing harus menemukan cara untuk mencapai persetujuan yang memberikan keuntungan kepada perusahaan tanpa mengecewakan pihak mayoritas.Terkadang, faktor lain dapat mempengaruhi konsensus, seperti pendapat pejabat senior. Kantor Pemerintahan dan Perusahaan di sektor formal masih mengunggulkan senioritas seperti di Jepang. Namun, perusahaan berkembang dan perusahaan rintisan mulai meninggalkan senioritas yang ekstrem, sehingga yang didahulukan adalah kapasitas dan juga skill yang dimiliki.
- PENAMPILAN ADALAH HAL YANG PENTING
Masyarakat Indonesia kebanyakan sangat memperhatikan penampilan mereka, bahkan dalam industri kreatif yang mayoritas memiliki lingkungan kerja yang lebih kasual, baik laki-laki maupun perempuan tetap diekspektasikan untuk memakai pakaian yang layak. Pakaian layak yang dimaksud disini adalah jas atau setidaknya kemeja berkerah untuk pria, gaun sederhana, rok, dan celana untuk wanita, “denim kerja”, dan tidak ada pakaian tanpa lengan. Beberapa perusahaan tertentu (terutama yang bergerak di sektor formal) mengharapkan karyawannya untuk memakai batik setiap hari Kamis atau Jumat.
Pihak Asing dan Investor yang mengunjungi Indonesia harus terkoneksi dengan seseorang yang mampu membantu mereka untuk menjembatani kesenjangan budaya yang ada. Untuk Informasi lebih lanjut tentang bagaimana cara berinvestasi di Indonesia, hubungi BPLawyers, layanan konsultasi bisnis menyediakan layanan dan konsultasi tentang memulai bisnis atau berinvestasi di Indonesia. Kami juga telah menyusun panduan pendirian perusahaan Asing dengan bahasa yang mudah dimengerti. Anda bisa mengunduh panduan tersebut di link ini.