Skip to content
Dapatkah Pihak Ketiga Mengajukan Permohonan Intervensi dalam Sengketa Arbitrase?

Dapatkah Pihak Ketiga Mengajukan Permohonan Intervensi dalam Sengketa Arbitrase?

Dapatkah Pihak Ketiga Mengajukan Permohonan Intervensi dalam Sengketa Arbitrase?

“Pemeriksaan sengketa oleh Arbiter atau Majelis Arbitrase dilakukan secara tertutup sehingga hanya dapat diketahui oleh Arbiter dan Para Pihak yang Bersengketa Saja. Namun Pihak Ketiga Dapat Mengajukan Intervensi dengan Ketentuan yang Diatur Dalam Undang-Undang”

Pada dasarnya perjanjian hanya mengikat kepada pihak yang membuat perjanjian tersebut. Demikian pula apabila terjadi sengketa maka hanya melibatkan pihak dalam perjanjian saja. Perjanjian pada prinsipnya menganut asas privity of contract sebagaimana telah diatur dalam Pasal 1340 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) bahwa suatu perjanjian hanya berlaku antara para pihak yang membuatnya:

Persetujuan hanya berlaku antara pihak-pihak yang membuatnya. Persetujuan tidak dapat merugikan pihak ketiga. Persetujuan tidak dapat memberi keuntungan kepada pihak ketiga selain dalam hal yang ditentukan dalam pasal 1317

Meski demikian pihak ketiga dalam suatu perjanjian memiliki peluang untuk mengajukan intervensi dalam proses persidangan. Dengan mengajukan intervensi pihak ketiga dapat ikut dalam proses penyelesaian perkara atas alasan ada kepentingannya yang terganggu. Dapat diartikan intervensi diajukan oleh karena pihak ketiga yang merasa bahwa barang miliknya disengketakan/diperebutkan oleh Pihak yang bersengketa.

Atas dasar tersebut pihak yang tidak terlibat langsung dalam perjanjian dapat ikut serta mengikuti hingga menyelesaikan sengketa yang terjadi. Pertanyaan timbul bagaimana dengan sengketa pada lembaga arbitrase yang sifatnya confidential (rahasia). Prinsip confidential atau rahasia meliputi segala hal yang berkenaan dengan subjek, objek, prosedur hingga putusan dalam berperkara di lembaga arbitrase. Jika ada pihak ketiga masuk dalam sengketa dengan mengajukan intervensi maka prinsip confidential dalam arbitrase menjadi dapat diketahui pihak lain yang mengajukan intervensi dalam proses persidangan di lembaga arbitrase.

Ada beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (UU Arbitrase) sehingga pihak ketiga dapat masuk dan mengikuti berjalannya persidangan di lembaga arbitrase. Ketentuan tersebut semata untuk menjaga prinsip kerahasiaan dalam proses berperkara di lembaga arbitrase.

Pihak Ketiga dalam Proses Penyelesaian Sengketa di Lembaga Arbitrase

Pasal 27 UU Arbitrase mengatur bahwa semua pemeriksaan sengketa oleh Arbiter atau Majelis Arbitrase dilakukan secara tertutup. Dengan demikian apabila Pihak Ketiga ingin masuk dalam sengketa Arbitrase yang sedang berlangsung tidak seperti pengajuan intervensi pada penyelesaian sengketa perdata di Pengadilan Negeri. Dalam Pasal 30 UU Arbitrase diatur:

Pihak ketiga di luar perjanjian arbitrase dapat turut serta dan menggabungkan diri dalam proses penyelesaian sengketa melalui arbitrase, apabila terdapat unsur kepentingan yang terkait dan keturutsertaannya disepakati oleh para pihak yang bersengketa serta disetujui oleh arbiter atau majelis arbitrase yang memeriksa sengketa yang bersangkutan

Persyaratan agar pihak ketiga di luar perjanjian arbitrase dapat turut serta dan menggabungkan diri dalam proses penyelesaian sengketa melalui arbitrase tersebut, haruslah memiliki kepentingan yang terkait dan disepakati oleh para pihak yang bersengketa serta disetujui oleh Arbiter atau Majelis Arbitrase yang memeriksa sengketa yang bersangkutan. Unsur disepakati oleh para pihak dan disetujui oleh Arbiter dalam mengajukan Intervensi sebagai Pihak ketiga bersifat kumulatif. Sehingga apabila tiga unsur tersebut tidak terpenuhi maka pihak ketiga tidak dapat masuk sebagai pihak intervensi dalam penyelesaian sengketa di lembaga arbitrase.

Kami dapat membantu anda melakukan pemetaan masalah, memberikan advis dan langkah hukum yang tepat terkait dengan sengketa di Arbitrase yang anda hadapi. Silakan hubungi kami melalui 082112341235 atau ask@bplawyers.co.id

 

Author: Mohamad Toha Hasan

Leave a Comment