BENARKAH PENGUSAHA TETAP WAJIB MEMBAYAR UPAH TERTANGGUH KEPADA PEKERJA SETELAH MASA PENANGGUHAN UPAH BERAKHIR?

 In Korporasi

“Pasca terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 72/PUU-XIII/2015 tertanggal 29 September 2016 yang menguji materiil Pasal 90 Ayat 2 dan Penjelasan Pasal 90 Ayat 2 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”), maka pengusaha/perusahaan wajib membayar pemenuhan upah minimum berlaku yang tertunda pada waktu diberikan masa penangguhan”

Merujuk kepada artikel kami sebelumnya yang berjudul “Awas Ada Sanksi Pidana Jika Membayar Upah Di Bawah Standar Minimum!”, maka kami perlu sampaikan disini bahwa pasca terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 72/PUU-XIII/2015, pidana dapat dikenakan kepada pengusaha/perusahaan yang tidak membayar upah minimum yang berlaku setelah masa penangguhan upah telah berakhir.

Artinya, jika sebelum adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 72/PUU-XIII/2015, perihal tidak dibayarnya upah tertunda selama proses penangguhan upah tidak termasuk kepada perbuatan pidana, tetapi setelah terbit putusan Mahkamah Konstitusi tersebut, perihal hal tersebut telah masuk kepada perbuatan pidana dan dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana.

Dalam Amar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 72/PUU-XIII/2015 tertanggal 29 September 2016 secara ringkas dapat disimpulkan sebagai berikut bahwa: Penjelasan Pasal 90 Ayat 2 UU Ketenagakerjaan sepanjang frasa “tetapi tidak wajib membayar pemenuhan ketentuan upah minimum yang berlaku pada waktu diberikan penangguhan” dinyatakan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan dinyatakan tidak mempunyai hukum mengikat.

Oleh karena itu, Perusahaan/Pengusaha memiliki pada saat ini, ketika waktu penangguhan upah berakhir, tetap memiliki kewajiban untuk membayar upah tertangguh kepada karyawan atau dengan kata lain tidak menjadi pengahapus kewajiban memberi hak upah minimum pada masa penangguhan/penundaan upah.

Sebagai contoh: Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Jakarta pada tahun 2017 sebesar Rp3.355.750,00 per bulan, kemudian oleh karena alasan perusahaan/pengusaha tidak mampu untuk memenuhi kewajiban upah minimum tersebut, maka pengusaha/perusahaan dapat mengajukan penangguhan upah dengan merujuk kepada Pasal 3 Ayat 1 dan Ayat 2 dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep-231/Men/2003.

Pengusaha dapat mengajukan penangguhan upah kepada Gubernur melalui instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan Provinsi paling lambat 10 (sepuluh) hari sebelum tanggal berlakunya upah minimum dan telah mendapat kesepakatan tertulis antara pengusaha dengan pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat.

Apabila, penangguhan upah tersebut telah disetujui, maka pengusaha/perusahaan akan mendapatkan penangguhan upah selama 12 bulan. Artinya Pengusaha/perusahaan tidak membayar upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Jakarta pada tahun 2017 sebesar Rp3.355.750,00 per bulan untuk selama 12 bulan, tetapi membayar upah sesuai upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Jakarta pada tahun 2016, yakni sebesar Rp. 3.100.000,00 per bulan.

Selanjutnya, setelah masa penangguhan berakhir, maka pengusaha/perusahaan wajib membayar sisa upah yang ditangguhkan selama 12 bulan yang belum dibayar oleh perusahaan/pengusaha. Adapun upah tertangguh per bulan adalah sebesar Rp. 255.750,00. Hasil ini diperoleh dari hasil selisih upah minimum tahun 2017 dengan tahun 2016.

Dengan demikian, adapun jumlah total kewajiban yang harus dibayarkan pengusaha/perusahaan kepada karyawan setelah masa penangguhan upah berakhir adalah sebesar Rp. 3.069.000,00. Jadi, apabila perusahaan tidak membayarkan upah tertunda tersebut kepada karyawan, maka pengusaha dapat dikenakan pidana sesuai Pasal 185 UU Ketenagakerjaan.

Demikian semoga bermanfaat.

BP Lawyers dapat membantu anda
Kami dapat membantu perusahaan anda dalam memberikan solusi terbaik atas permasalahan terkait ketenagakerjaan. Anda dapat menghubungi kami melalui:

E : ask@bplawyers.co.id
H : +6221-8067-4920

Author :
Dalmy Nasution, S.H.

Recommended Posts

Leave a Comment

Hubungi Kami

Punya pertanyaan? Kirimkan kami pesan dan kami akan membalas pesan Anda, segera!

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search